Semester pertama di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah masa krusial bagi siswa kelas 10. Di sinilah mereka akan diperkenalkan dengan berbagai disiplin ilmu baru, salah satunya adalah Biologi. Memahami konsep-konsep dasar Biologi menjadi fondasi penting untuk pembelajaran di semester selanjutnya maupun di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ujian Tengah Semester (UTS) menjadi salah satu alat evaluasi untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan.

Artikel ini hadir untuk membantu siswa kelas 10 dalam mempersiapkan diri menghadapi UTS Biologi Semester 1. Kami akan menyajikan serangkaian contoh soal yang mencakup berbagai topik penting, dilengkapi dengan pembahasan mendalam. Tujuannya bukan hanya sekadar menghafal jawaban, melainkan untuk menumbuhkan pemahaman konseptual yang kuat, sehingga siswa dapat menjawab soal serupa dengan percaya diri.

Topik Utama yang Sering Muncul dalam UTS Biologi Kelas 10 Semester 1:



<h2>Mengasah Pemahaman: Contoh Soal UTS Biologi Kelas 10 Semester 1 Beserta Pembahasan Mendalam</h2>
<p>” title=”</p>
<h2>Mengasah Pemahaman: Contoh Soal UTS Biologi Kelas 10 Semester 1 Beserta Pembahasan Mendalam</h2>
<p>“></p>
<p>Sebelum kita masuk ke contoh soal, mari kita tinjau kembali topik-topik utama yang umumnya diujikan pada semester pertama Biologi kelas 10. Pemahaman mendalam terhadap topik-topik ini akan sangat membantu.</p>
<ol>
<li><strong>Ruang Lingkup Biologi:</strong> Cabang-cabang Biologi, metode ilmiah, dan tingkatan organisasi kehidupan.</li>
<li><strong>Keanekaragaman Hayati:</strong> Pengertian, tingkatan (gen, jenis, ekosistem), klasifikasi makhluk hidup, dan peran keanekaragaman hayati.</li>
<li><strong>Virus:</strong> Struktur, replikasi, peran virus bagi kehidupan (menguntungkan dan merugikan), serta pencegahan penyakit akibat virus.</li>
<li><strong>Monera (Bakteri dan Archaea):</strong> Struktur sel prokariotik, klasifikasi bakteri, peran bakteri, dan reproduksi bakteri.</li>
<li><strong>Protista:</strong> Ciri-ciri umum, klasifikasi Protista (mirip tumbuhan, mirip hewan, mirip jamur), dan peran Protista.</li>
<li><strong>Fungi (Jamur):</strong> Ciri-ciri umum, struktur tubuh, klasifikasi jamur (Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota, Deuteromycota), peran jamur, dan reproduksi jamur.</li>
</ol>
<p>Mari kita mulai dengan contoh soal yang mencakup beberapa topik di atas.</p>
<h3>Contoh Soal UTS Biologi Kelas 10 Semester 1 Beserta Pembahasan</h3>
<p><strong>Pilihlah jawaban yang paling tepat!</strong></p>
<p><strong>Soal 1:</strong><br />
Salah satu tingkatan organisasi kehidupan adalah sel. Manakah urutan tingkatan organisasi kehidupan dari yang terkecil hingga terbesar yang paling tepat?<br />
A. Individu – Jaringan – Organ – Sistem Organ – Populasi<br />
B. Sel – Jaringan – Organ – Sistem Organ – Individu<br />
C. Sistem Organ – Organ – Jaringan – Sel – Individu<br />
D. Jaringan – Sel – Organ – Sistem Organ – Individu<br />
E. Individu – Sistem Organ – Organ – Jaringan – Sel</p>
<p><strong>Pembahasan Soal 1:</strong><br />
Soal ini menguji pemahaman siswa mengenai tingkatan organisasi kehidupan dalam Biologi. Tingkatan organisasi kehidupan disusun secara hierarkis, dimulai dari unit terkecil hingga unit yang lebih kompleks.</p>
<ul>
<li><strong>Sel:</strong> Unit dasar kehidupan.</li>
<li><strong>Jaringan:</strong> Kumpulan sel yang memiliki struktur dan fungsi yang sama. Contoh: jaringan epitel, jaringan ikat.</li>
<li><strong>Organ:</strong> Kumpulan jaringan yang bekerja sama untuk melakukan fungsi tertentu. Contoh: jantung, paru-paru, daun.</li>
<li><strong>Sistem Organ:</strong> Kumpulan organ yang bekerja sama untuk melakukan fungsi yang lebih kompleks. Contoh: sistem pencernaan, sistem pernapasan.</li>
<li><strong>Individu (Organisme):</strong> Suatu organisme tunggal yang terdiri dari berbagai sistem organ.</li>
<li><strong>Populasi:</strong> Kumpulan individu dari spesies yang sama yang hidup di suatu wilayah tertentu.</li>
<li><strong>Komunitas:</strong> Kumpulan berbagai populasi organisme yang hidup bersama dan berinteraksi di suatu wilayah.</li>
<li><strong>Ekosistem:</strong> Interaksi antara komponen biotik (makhluk hidup) dan abiotik (lingkungan tak hidup) dalam suatu wilayah.</li>
<li><strong>Biosfer:</strong> Keseluruhan ekosistem di Bumi.</li>
</ul>
<p>Dengan memahami urutan ini, kita dapat melihat bahwa pilihan B menyajikan urutan yang paling tepat dari yang terkecil hingga terbesar: Sel → Jaringan → Organ → Sistem Organ → Individu.</p>
<p><strong>Jawaban: B</strong></p>
<p><strong>Soal 2:</strong><br />
Keanekaragaman hayati mencakup tiga tingkatan. Tingkatan keanekaragaman hayati yang ditunjukkan oleh variasi genetik dalam satu spesies, yang menghasilkan perbedaan ciri pada individu-individu dalam satu spesies, disebut sebagai keanekaragaman tingkat…?<br />
A. Gen<br />
B. Jenis (Spesies)<br />
C. Ekosistem<br />
D. Bioma<br />
E. Populasi</p>
<p><strong>Pembahasan Soal 2:</strong><br />
Soal ini berkaitan dengan konsep keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati adalah kekayaan berbagai jenis organisme yang ditemukan di suatu wilayah. Terdapat tiga tingkatan keanekaragaman hayati yang umum dipelajari:</p>
<ul>
<li><strong>Keanekaragaman Tingkat Gen:</strong> Merujuk pada variasi genetik di dalam satu spesies. Perbedaan ini dapat diamati dari berbagai varietas atau ras. Contoh: Berbagai jenis padi (padi IR, padi rojolele), berbagai jenis mangga (mangga harum manis, mangga indramayu), atau warna mata pada manusia. Variasi ini terjadi karena adanya perbedaan susunan genetik antarindividu dalam satu spesies.</li>
<li><strong>Keanekaragaman Tingkat Jenis (Spesies):</strong> Merujuk pada perbedaan antara spesies-spesies yang berbeda dalam satu famili atau ordo. Contoh: Dalam famili Felidae (kucing-kucingan), terdapat harimau, singa, macan tutul, dan kucing domestik. Masing-masing memiliki ciri khas yang membedakannya sebagai spesies tersendiri.</li>
<li><strong>Keanekaragaman Tingkat Ekosistem:</strong> Merujuk pada perbedaan antar ekosistem yang ada di Bumi. Setiap ekosistem memiliki komposisi spesies dan interaksi biotik-abiotik yang khas. Contoh: Ekosistem hutan hujan tropis, padang rumput, gurun, dan laut memiliki keanekaragaman hayati yang berbeda.</li>
</ul>
<p>Berdasarkan definisi di atas, variasi genetik dalam satu spesies yang menghasilkan perbedaan ciri pada individu-individu dalam satu spesies adalah <strong>keanekaragaman tingkat gen</strong>.</p>
<p><strong>Jawaban: A</strong></p>
<p><strong>Soal 3:</strong><br />
Virus merupakan agen infeksius yang memiliki karakteristik unik. Manakah pernyataan berikut yang <strong>tidak tepat</strong> mengenai ciri-ciri virus?<br />
A. Ukuran virus jauh lebih kecil dibandingkan bakteri, yaitu sekitar 20-300 nanometer.<br />
B. Virus dapat dikristalkan seperti benda mati, namun akan hidup kembali jika berada dalam sel inang.<br />
C. Semua virus memiliki asam nukleat berupa DNA saja atau RNA saja, tetapi tidak pernah keduanya.<br />
D. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam sel hidup (inang) karena tidak memiliki organel seluler.<br />
E. Virus memiliki selubung protein yang disebut kapsid, yang membungkus materi genetiknya.</p>
<p><strong>Pembahasan Soal 3:</strong><br />
Soal ini menguji pengetahuan siswa tentang karakteristik virus. Mari kita analisis setiap pilihan:</p>
<ul>
<li><strong>A. Ukuran virus jauh lebih kecil dibandingkan bakteri, yaitu sekitar 20-300 nanometer.</strong> Pernyataan ini <strong>benar</strong>. Virus memang berukuran mikroskopis dan jauh lebih kecil dari bakteri.</li>
<li><strong>B. Virus dapat dikristalkan seperti benda mati, namun akan hidup kembali jika berada dalam sel inang.</strong> Pernyataan ini <strong>benar</strong>. Kemampuan virus untuk dikristalkan menunjukkan sifat non-selulernya, tetapi saat masuk ke sel inang, ia dapat aktif bereplikasi.</li>
<li><strong>C. Semua virus memiliki asam nukleat berupa DNA saja atau RNA saja, tetapi tidak pernah keduanya.</strong> Pernyataan ini <strong>benar</strong>. Materi genetik virus hanya terdiri dari salah satu jenis asam nukleat (DNA atau RNA), tidak pernah keduanya secara bersamaan.</li>
<li><strong>D. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam sel hidup (inang) karena tidak memiliki organel seluler.</strong> Pernyataan ini <strong>benar</strong>. Virus bersifat obligat intraseluler parasit, artinya mereka membutuhkan sel inang untuk bereproduksi.</li>
<li><strong>E. Virus memiliki selubung protein yang disebut kapsid, yang membungkus materi genetiknya.</strong> Pernyataan ini <strong>benar</strong>. Kapsid adalah lapisan pelindung yang mengelilingi asam nukleat virus.</li>
</ul>
<p>Sepertinya ada kekeliruan dalam pilihan jawaban yang diberikan, karena semua pernyataan A, B, C, D, dan E adalah pernyataan yang benar mengenai ciri-ciri virus. Namun, jika kita harus memilih yang <strong>paling kurang tepat</strong> atau ada kesalahan penafsiran, perlu diperhatikan kembali.</p>
<p><strong>Re-evaluasi Pilihan:</strong> Mari kita asumsikan ada sedikit nuansa yang perlu diperjelas. Pilihan B menyebutkan "akan hidup kembali". Lebih tepatnya, virus akan aktif melakukan replikasi atau bereproduksi. Namun, kalimat ini masih bisa diterima.</p>
<p>Jika kita mengacu pada "tidak tepat", mari kita periksa kembali sumber-sumber terpercaya. Semua poin yang disebutkan (ukuran, kemampuan dikristalkan, materi genetik tunggal, obligat intraseluler, dan kapsid) adalah ciri khas virus.</p>
<p>Kemungkinan ada kesalahan pengetikan pada soal atau pilihan jawaban. Namun, jika terpaksa memilih yang <strong>paling mungkin</strong> memiliki interpretasi yang berbeda atau kurang spesifik, mungkin adalah B. Konsep "hidup kembali" bisa diperdebatkan karena virus tidak memiliki metabolisme sendiri. Namun, secara umum, ini adalah cara penyampaian yang umum digunakan.</p>
<p><em>Asumsi perbaikan soal: Jika ada opsi yang sedikit kontradiktif atau mengandung unsur yang kurang presisi, itu yang dicari. Dalam kasus ini, semua opsi tampaknya benar.</em></p>
<p><strong>Jika kita harus memilih yang "tidak tepat" dan berasumsi ada kesalahan, maka kita perlu mencari pernyataan yang salah mutlak.</strong> Dalam konteks ini, semua pernyataan yang diberikan adalah benar. Mari kita <strong>asumsikan</strong> ada kesalahpahaman dalam perumusan soal dan mari kita berikan contoh soal lain yang lebih jelas.</p>
<p><strong>Contoh Soal 3 (Revisi untuk kejelasan):</strong><br />
Manakah di antara pernyataan berikut yang <strong>salah</strong> mengenai virus?<br />
A. Virus memiliki kemampuan untuk menginfeksi sel inang tertentu.<br />
B. Virus adalah makhluk hidup karena dapat bereproduksi.<br />
C. Struktur virus terdiri dari materi genetik (DNA atau RNA) yang dibungkus oleh kapsid.<br />
D. Virus dapat berperan sebagai vektor dalam rekayasa genetika.<br />
E. Virus dapat menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan.</p>
<p><strong>Pembahasan Soal 3 (Revisi):</strong><br />
Mari kita analisis pilihan jawaban yang direvisi:<br />
A. Virus memiliki kemampuan untuk menginfeksi sel inang tertentu. <strong>Benar</strong>, virus bersifat spesifik terhadap sel inang.<br />
B. Virus adalah makhluk hidup karena dapat bereproduksi. <strong>Salah</strong>. Virus tidak dianggap sebagai makhluk hidup sejati karena mereka tidak memiliki sel, tidak dapat melakukan metabolisme sendiri, dan hanya dapat bereproduksi di dalam sel inang. Mereka berada di antara benda mati dan makhluk hidup.<br />
C. Struktur virus terdiri dari materi genetik (DNA atau RNA) yang dibungkus oleh kapsid. <strong>Benar</strong>, ini adalah struktur dasar virus.<br />
D. Virus dapat berperan sebagai vektor dalam rekayasa genetika. <strong>Benar</strong>, virus dapat dimodifikasi untuk memasukkan gen asing ke dalam sel target.<br />
E. Virus dapat menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan. <strong>Benar</strong>, banyak penyakit disebabkan oleh virus.</p>
<p>Jadi, pernyataan yang <strong>salah</strong> adalah B.</p>
<p><strong>Jawaban (Soal Revisi): B</strong></p>
<p><strong>Soal 4:</strong><br />
Bakteri memiliki struktur sel prokariotik. Manakah bagian dari bakteri yang berfungsi untuk menyimpan materi genetik (DNA)?<br />
A. Kapsul<br />
B. Dinding sel<br />
C. Membran sel<br />
D. Sitoplasma (khususnya daerah nukleoid)<br />
E. Ribosom</p>
<p><strong>Pembahasan Soal 4:</strong><br />
Soal ini menguji pemahaman tentang struktur sel prokariotik, khususnya bakteri. Sel prokariotik, tidak seperti sel eukariotik, tidak memiliki membran inti yang membatasi materi genetik.</p>
<ul>
<li><strong>Kapsul:</strong> Lapisan luar yang melindungi bakteri dan membantu melekat pada permukaan.</li>
<li><strong>Dinding sel:</strong> Memberikan bentuk dan perlindungan mekanis pada sel bakteri.</li>
<li><strong>Membran sel (Membran plasma):</strong> Mengatur keluar masuknya zat dari dan ke dalam sel.</li>
<li><strong>Sitoplasma:</strong> Cairan di dalam sel tempat organel-organel berada. Pada bakteri, materi genetik (DNA) tidak terbungkus membran inti, melainkan terkumpul di daerah yang disebut <strong>nukleoid</strong> dalam sitoplasma.</li>
<li><strong>Ribosom:</strong> Tempat sintesis protein.</li>
</ul>
<p>Materi genetik bakteri berupa DNA sirkuler terletak di dalam sitoplasma, pada daerah yang disebut nukleoid.</p>
<p><strong>Jawaban: D</strong></p>
<p><strong>Soal 5:</strong><br />
Protista adalah kelompok organisme eukariotik yang beragam. Salah satu kelompok Protista adalah yang memiliki ciri-ciri mirip jamur. Kelompok Protista yang mirip jamur ini umumnya hidup sebagai dekomposer atau parasit dan memiliki spora untuk reproduksi. Contoh organisme dalam kelompok Protista mirip jamur yang menyebabkan penyakit pada tumbuhan adalah…<br />
A. Euglena<br />
B. Amoeba<br />
C. Paramecium<br />
D. Jamur lendir (Myxomycota)<br />
E. Volvox</p>
<p><strong>Pembahasan Soal 5:</strong><br />
Soal ini berfokus pada klasifikasi Protista, khususnya yang memiliki ciri mirip jamur. Protista mirip jamur dibedakan dari jamur sejati (Fungi) karena struktur tubuh dan cara reproduksi mereka yang berbeda, meskipun keduanya berperan sebagai dekomposer atau parasit.</p>
<ul>
<li><strong>Euglena:</strong> Protista mirip tumbuhan, memiliki klorofil.</li>
<li><strong>Amoeba:</strong> Protista mirip hewan, bergerak dengan pseudopodia.</li>
<li><strong>Paramecium:</strong> Protista mirip hewan, bergerak dengan silia.</li>
<li><strong>Jamur lendir (Myxomycota) dan Oomycota:</strong> Keduanya termasuk dalam kelompok Protista mirip jamur. Jamur lendir memiliki fase hidup yang unik, bergerak seperti amoeba pada tahap vegetatif dan membentuk tubuh buah yang menghasilkan spora. Oomycota, seperti <em>Phytophthora infestans</em> (penyebab penyakit hawar daun kentang), juga merupakan parasit pada tumbuhan.</li>
<li><strong>Volvox:</strong> Protista mirip tumbuhan, hidup berkoloni membentuk bola.</li>
</ul>
<p>Dalam konteks soal ini, jamur lendir (Myxomycota) adalah contoh klasik dari Protista mirip jamur. Meskipun Oomycota juga termasuk dalam kategori ini dan banyak yang merupakan patogen tumbuhan, jamur lendir adalah contoh yang paling umum disebut dalam buku teks untuk kategori "Protista mirip jamur". Jika soal ini menanyakan yang menyebabkan penyakit pada tumbuhan, Oomycota akan lebih spesifik, namun Myxomycota juga sering dikaitkan dengan dampak pada tumbuhan.</p>
<p>Mari kita tinjau kembali pilihan. Jika kita mengacu pada karakteristik umum Protista mirip jamur, baik Myxomycota maupun Oomycota relevan. Namun, jika pertanyaan spesifik menanyakan penyakit pada tumbuhan, Oomycota lebih menonjol. Namun, dari pilihan yang ada, <strong>Jamur lendir (Myxomycota)</strong> adalah representasi yang kuat dari Protista mirip jamur.</p>
<p>Perlu dicatat bahwa beberapa sumber mengklasifikasikan Oomycota sebagai Protista, sementara yang lain menempatkannya dalam kerajaan Fungi. Namun, dalam kurikulum Biologi SMA, seringkali Oomycota dikelompokkan sebagai Protista mirip jamur.</p>
<p>Jika kita melihat pilihan E, <em>Volvox</em> adalah protista mirip tumbuhan. <em>Euglena</em> juga mirip tumbuhan. <em>Amoeba</em> dan <em>Paramecium</em> mirip hewan. Maka, pilihan yang paling masuk akal adalah yang mirip jamur. Antara jamur lendir dan jamur sejati, jamur lendir adalah protista.</p>
<p><strong>Jawaban: D</strong> (dengan catatan bahwa Oomycota juga merupakan kandidat kuat jika ada dalam pilihan dan lebih spesifik sebagai penyebab penyakit tumbuhan).</p>
<p><strong>Soal 6:</strong><br />
Jamur memiliki ciri-ciri umum seperti bersifat eukariotik, heterotrof, dan memiliki dinding sel yang tersusun dari kitin. Berdasarkan struktur tubuh dan cara reproduksinya, jamur diklasifikasikan menjadi beberapa filum. Filum jamur yang menghasilkan sporangium yang berisi spora, dan sporangium ini pecah saat matang, adalah…<br />
A. Ascomycota<br />
B. Basidiomycota<br />
C. Zygomycota<br />
D. Deuteromycota<br />
E. Oomycota</p>
<p><strong>Pembahasan Soal 6:</strong><br />
Soal ini menguji pengetahuan siswa tentang klasifikasi jamur berdasarkan filumnya.</p>
<ul>
<li><strong>Zygomycota:</strong> Dikenal sebagai jamur zygospore. Reproduksi aseksualnya menghasilkan sporangium yang berisi spora (sporangiospora). Sporangium ini pecah saat matang. Contohnya adalah jamur roti (<em>Rhizopus</em>).</li>
<li><strong>Ascomycota:</strong> Dikenal sebagai jamur kantung. Reproduksi seksualnya menghasilkan askus yang berisi askospora.</li>
<li><strong>Basidiomycota:</strong> Dikenal sebagai jamur kuping. Reproduksi seksualnya menghasilkan basidium yang berisi basidiospora.</li>
<li><strong>Deuteromycota:</strong> Kelompok jamur yang tidak diketahui reproduksi seksualnya.</li>
<li><strong>Oomycota:</strong> (Dalam konteks klasifikasi lama atau tertentu) Dulu dikelompokkan sebagai jamur, tetapi sekarang lebih banyak diklasifikasikan sebagai protista. Dinding selnya tersusun dari selulosa, bukan kitin, dan mereka menghasilkan zoospora.</li>
</ul>
<p>Ciri utama yang disebutkan dalam soal adalah "menghasilkan sporangium yang berisi spora, dan sporangium ini pecah saat matang". Ini adalah deskripsi yang sangat cocok untuk reproduksi aseksual pada <strong>Zygomycota</strong>.</p>
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
<p><strong>Soal 7:</strong><br />
Penyakit yang disebabkan oleh virus memiliki berbagai cara penularan. Manakah di antara penyakit berikut yang <strong>tidak disebabkan oleh virus</strong>?<br />
A. Influenza<br />
B. Polio<br />
C. Tetanus<br />
D. Campak<br />
E. AIDS</p>
<p><strong>Pembahasan Soal 7:</strong><br />
Soal ini menguji kemampuan siswa untuk membedakan agen penyebab penyakit.</p>
<ul>
<li><strong>Influenza:</strong> Disebabkan oleh virus influenza.</li>
<li><strong>Polio:</strong> Disebabkan oleh virus polio.</li>
<li><strong>Tetanus:</strong> Disebabkan oleh toksin yang dihasilkan oleh bakteri <em>Clostridium tetani</em>.</li>
<li><strong>Campak:</strong> Disebabkan oleh virus campak (Measles virus).</li>
<li><strong>AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome):</strong> Disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV).</li>
</ul>
<p>Dengan demikian, Tetanus adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri, bukan virus.</p>
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
<p><strong>Soal 8:</strong><br />
Peran keanekaragaman hayati sangat penting bagi kelangsungan hidup di Bumi. Salah satu peran penting keanekaragaman hayati adalah sebagai sumber daya genetik. Contoh dari peran keanekaragaman hayati sebagai sumber daya genetik adalah…<br />
A. Penjernihan air oleh ekosistem mangrove.<br />
B. Penyerbukan bunga oleh serangga.<br />
C. Pengembangan varietas unggul tanaman pertanian melalui persilangan.<br />
D. Pengaturan iklim global oleh hutan.<br />
E. Produksi oksigen oleh tumbuhan hijau.</p>
<p><strong>Pembahasan Soal 8:</strong><br />
Soal ini menanyakan contoh peran keanekaragaman hayati sebagai sumber daya genetik.</p>
<ul>
<li><strong>A. Penjernihan air oleh ekosistem mangrove:</strong> Ini adalah peran ekologis (pelayanan ekosistem) dari keanekaragaman hayati.</li>
<li><strong>B. Penyerbukan bunga oleh serangga:</strong> Ini adalah interaksi ekologis yang mendukung reproduksi tumbuhan, juga termasuk peran ekologis.</li>
<li><strong>C. Pengembangan varietas unggul tanaman pertanian melalui persilangan:</strong> Ini secara langsung memanfaatkan variasi genetik dari berbagai jenis atau varietas tumbuhan untuk menciptakan tanaman dengan sifat yang lebih baik (misalnya, tahan hama, hasil lebih tinggi). Ini adalah contoh klasik pemanfaatan keanekaragaman genetik sebagai sumber daya genetik untuk pertanian.</li>
<li><strong>D. Pengaturan iklim global oleh hutan:</strong> Ini adalah peran ekologis (pelayanan ekosistem).</li>
<li><strong>E. Produksi oksigen oleh tumbuhan hijau:</strong> Ini adalah peran ekologis (pelayanan ekosistem).</li>
</ul>
<p>Jadi, pengembangan varietas unggul tanaman pertanian melalui persilangan adalah contoh nyata pemanfaatan keanekaragaman hayati sebagai sumber daya genetik.</p>
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
<p><strong>Soal 9:</strong><br />
Bakteri memiliki peran yang sangat penting dalam ekosistem, baik yang menguntungkan maupun merugikan. Salah satu peran bakteri yang <strong>menguntungkan</strong> manusia dan ekosistem adalah…<br />
A. Penyebab penyakit pada manusia seperti tifus dan kolera.<br />
B. Dekomposer yang menguraikan materi organik mati.<br />
C. Penyebab pembusukan makanan.<br />
D. Penghasil toksin yang berbahaya.<br />
E. Penyebab infeksi pada luka.</p>
<p><strong>Pembahasan Soal 9:</strong><br />
Soal ini menguji pemahaman tentang peran bakteri.</p>
<ul>
<li><strong>A. Penyebab penyakit pada manusia seperti tifus dan kolera:</strong> Ini adalah peran merugikan.</li>
<li><strong>B. Dekomposer yang menguraikan materi organik mati:</strong> Bakteri, bersama dengan jamur, berperan penting dalam siklus nutrisi dengan menguraikan organisme mati dan limbah organik. Ini adalah peran yang sangat menguntungkan bagi ekosistem.</li>
<li><strong>C. Penyebab pembusukan makanan:</strong> Ini bisa menjadi peran merugikan bagi manusia jika makanan tersebut ingin dikonsumsi.</li>
<li><strong>D. Penghasil toksin yang berbahaya:</strong> Ini adalah peran merugikan.</li>
<li><strong>E. Penyebab infeksi pada luka:</strong> Ini adalah peran merugikan.</li>
</ul>
<p>Peran sebagai dekomposer sangat krusial untuk kesuburan tanah dan siklus materi di alam.</p>
<p><strong>Jawaban: B</strong></p>
<p><strong>Soal 10:</strong><br />
Jamur memiliki peran penting dalam kehidupan, baik yang menguntungkan maupun merugikan. Salah satu peran jamur yang <strong>menguntungkan</strong> manusia adalah dalam proses fermentasi, seperti pembuatan roti dan minuman beralkohol. Jenis jamur yang umum digunakan dalam proses fermentasi tersebut adalah…<br />
A. <em>Rhizopus sp.</em><br />
B. <em>Saccharomyces cerevisiae</em><br />
C. <em>Penicillium notatum</em><br />
D. <em>Amanita phalloides</em><br />
E. <em>Aspergillus wentii</em></p>
<p><strong>Pembahasan Soal 10:</strong><br />
Soal ini menanyakan jenis jamur yang berperan dalam fermentasi.</p>
<ul>
<li><strong>A. <em>Rhizopus sp.</em>:</strong> Jamur ini umum digunakan dalam pembuatan tempe (fermentasi kedelai).</li>
<li><strong>B. <em>Saccharomyces cerevisiae</em>:</strong> Dikenal sebagai ragi roti atau ragi tape. Jamur ini adalah agen utama dalam fermentasi alkohol (menghasilkan etanol dan karbon dioksida) yang digunakan dalam pembuatan roti, bir, dan minuman beralkohol lainnya.</li>
<li><strong>C. <em>Penicillium notatum</em>:</strong> Jamur ini menghasilkan antibiotik penisilin.</li>
<li><strong>D. <em>Amanita phalloides</em>:</strong> Jamur ini adalah jamur beracun, dikenal sebagai <em>death cap</em>.</li>
<li><strong>E. <em>Aspergillus wentii</em>:</strong> Jamur ini digunakan dalam pembuatan kecap dan tauco (fermentasi kedelai).</li>
</ul>
<p>Meskipun <em>Rhizopus sp.</em> dan <em>Aspergillus wentii</em> juga berperan dalam fermentasi, <em>Saccharomyces cerevisiae</em> adalah jamur yang paling spesifik dan umum dikenal untuk proses fermentasi yang menghasilkan roti dan minuman beralkohol.</p>
<p><strong>Jawaban: B</strong></p>
<h3>Tips Tambahan untuk Menghadapi UTS Biologi:</h3>
<ol>
<li><strong>Pahami Konsep, Bukan Menghafal:</strong> Biologi adalah ilmu yang penuh konsep. Usahakan untuk memahami "mengapa" di balik setiap fenomena, bukan sekadar menghafal definisi.</li>
<li><strong>Buat Catatan Rangkuman:</strong> Setelah mempelajari setiap bab, buatlah rangkuman singkat berisi poin-poin penting, definisi, dan contoh. Gunakan diagram atau peta pikiran jika perlu.</li>
<li><strong>Latihan Soal Berulang:</strong> Kerjakan soal-soal latihan dari buku paket, LKS, atau sumber terpercaya lainnya. Semakin banyak berlatih, semakin terbiasa Anda dengan berbagai tipe soal.</li>
<li><strong>Diskusikan dengan Teman:</strong> Belajar kelompok atau berdiskusi dengan teman dapat membantu mengklarifikasi pemahaman yang belum jelas dan melihat materi dari sudut pandang yang berbeda.</li>
<li><strong>Manfaatkan Sumber Belajar:</strong> Jangan ragu untuk bertanya kepada guru jika ada materi yang sulit dipahami. Manfaatkan juga sumber belajar online yang terpercaya.</li>
<li><strong>Perhatikan Ilustrasi dan Gambar:</strong> Dalam Biologi, gambar seringkali menjadi kunci untuk memahami struktur dan proses. Perhatikan label dan penjelasan pada gambar.</li>
<li><strong>Istirahat Cukup:</strong> Jangan lupakan pentingnya istirahat yang cukup menjelang ujian agar otak tetap segar dan siap menerima informasi.</li>
</ol>
<p>Semoga contoh soal dan pembahasan ini dapat menjadi bekal yang berharga bagi siswa kelas 10 dalam menghadapi UTS Biologi Semester 1. Selamat belajar dan semoga sukses!</p>

							<div class= Pendidikan Dasar